Nabob77_Situs web resmi: tv888.com Daftar dan dapatkan 880.000 rupiah, dan menangkan jackpot setiap hari
Sebuah kapal tunda milik ASL Marine, perusahaan pelayaran yang terdaftar di Bursa Efek Singapura, terbalik di perairan lepas Pulau Batam di Kepulauan Riau, Indonesia. Menurut laporan media Indonesia, kecelakaan tersebut mengakibatkan tiga orang tewas dan dua orang luka-luka. ASL Marine mengumumkan berita tersebut dalam sebuah pernyataan yang dirilis di Bursa Efek Singapura pada Sabtu malam (7 Maret). Grup tersebut saat ini bekerja sama dengan operator kapal untuk memberikan bantuan yang diperlukan kepada keluarga korban dan yang terluka. Menurut Kompas, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB pada Jumat (6 Maret) (15.20 WIB). Saat itu, kapal tunda tersebut sedang menarik kapal kargo bernama Kyparissia. Bacaan Lebih Lanjut: Kapal Wisata Indonesia Terbalik Diterjang Ombak Besar; Pria Spanyol dan Tiga Anak Hilang Video yang dirilis oleh badan pencarian dan penyelamatan Indonesia menunjukkan petugas penyelamat berseragam biru membantu wisatawan menyelamatkan diri dari perahu karet. (AFP) Kapal terdaftar Indonesia terbalik di dekat Pedra Branca; Badan Penegakan Maritim turun tangan, seluruh 30 awak kapal diselamatkan. Pusat Koordinasi Penyelamatan Maritim Indonesia menerima laporan pada pukul 07.20 Selasa bahwa kapal FACIFIC MEMORY II yang terdaftar di Indonesia terbalik sekitar 14,6 mil laut timur laut Pedra Branca, dengan beberapa awak kapal jatuh ke laut. (Foto arsip) Laporan awal menunjukkan bahwa ada lima awak kapal di atas kapal pada saat kecelakaan. Tiga meninggal, satu diselamatkan, dan satu masih hilang. Namun, tim pencarian dan penyelamatan mengatakan kepada media pada hari Minggu (8 Agustus) bahwa korban selamat terakhir telah ditemukan. Diketahui bahwa tim pencarian dan penyelamatan menemukannya selama operasi mereka pada Minggu pagi. "Ia selamat dari terbaliknya kapal karena adanya kantung udara di kabin." Menurut pengumuman Hong Sin Liu Shipping, kapal tunda tersebut terbalik dalam kondisi cuaca buruk, dan penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.
Sebuah kapal tunda milik ASL Marine, perusahaan pelayaran yang terdaftar di Bursa Efek Singapura, terbalik di perairan lepas Pulau Batam di Kepulauan Riau, Indonesia. Menurut laporan media Indonesia, kecelakaan tersebut mengakibatkan tiga orang tewas dan dua orang luka-luka. ASL Marine mengumumkan berita tersebut dalam sebuah pernyataan yang dirilis di Bursa Efek Singapura pada Sabtu malam (7 Maret). Grup tersebut saat ini bekerja sama dengan operator kapal untuk memberikan bantuan yang diperlukan kepada keluarga korban dan yang terluka. Menurut Kompas, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB pada Jumat (6 Maret) (15.20 WIB). Saat itu, kapal tunda tersebut sedang menarik kapal kargo bernama Kyparissia. Bacaan Lebih Lanjut: Kapal Wisata Indonesia Terbalik Diterjang Ombak Besar; Pria Spanyol dan Tiga Anak Hilang Video yang dirilis oleh badan pencarian dan penyelamatan Indonesia menunjukkan petugas penyelamat berseragam biru membantu wisatawan menyelamatkan diri dari perahu karet. (AFP) Kapal terdaftar Indonesia terbalik di dekat Pedra Branca; Badan Penegakan Maritim turun tangan, seluruh 30 awak kapal diselamatkan. Pusat Koordinasi Penyelamatan Maritim Indonesia menerima laporan pada pukul 07.20 Selasa bahwa kapal FACIFIC MEMORY II yang terdaftar di Indonesia terbalik sekitar 14,6 mil laut timur laut Pedra Branca, dengan beberapa awak kapal jatuh ke laut. (Foto arsip) Laporan awal menunjukkan bahwa ada lima awak kapal di atas kapal pada saat kecelakaan. Tiga meninggal, satu diselamatkan, dan satu masih hilang. Namun, tim pencarian dan penyelamatan mengatakan kepada media pada hari Minggu (8 Agustus) bahwa korban selamat terakhir telah ditemukan. Diketahui bahwa tim pencarian dan penyelamatan menemukannya selama operasi mereka pada Minggu pagi. "Ia selamat dari terbaliknya kapal karena adanya kantung udara di kabin." Menurut pengumuman Hong Sin Liu Shipping, kapal tunda tersebut terbalik dalam kondisi cuaca buruk, dan penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.
Korban tewas akibat tanah longsor di Jawa Barat meningkat menjadi 16, 80 masih hilang.